Beranda Research Hub Perjalanan ASI AyahASI Lab
Kembali ke semua jurnal

The Richness of Twitter, Facebook, and Instagram to Optimize the Conveying of Supporting Messages for Breastfeeding: Evidence from Indonesia Breastfeeding Fathers (AyahASI)

💡 Intinya Aja Deh!
Penelitian ini analisis bagaimana AyahASI pakai Twitter, Facebook, dan Instagram secara berbeda buat nyebarin info menyusui. Kesimpulannya: Instagram jadi yang paling efektif — dan strategi 'satu konten, tiga platform' yang mereka pakai itu bukan asal-asalan.
Pertanyaan Penelitian
AyahASI aktif di Twitter, Facebook, dan Instagram sekaligus. Tapi ketiga platform itu kan beda karakter. Nah peneliti penasaran: platform mana yang sebenernya paling efektif buat nyebarin informasi soal menyusui — dan kenapa? Mereka pakai teori komunikasi buat jawab ini.
🔬 Metode
Peneliti langsung ngobrol sama para pendiri AyahASI lewat wawancara dan FGD, sambil juga ngamatin konten di ketiga platform selama periode tertentu. Mereka pakai framework yang namanya Media Richness Theory — intinya teori yang nilai seberapa 'kaya' suatu media dalam nyampaiin informasi yang kompleks ke orang banyak.
📊 Analisis & Catatan Kritis
Ini studi kualitatif, jadi hasilnya lebih ke deskripsi mendalam, bukan angka keras soal berapa banyak orang yang akhirnya mengubah perilaku setelah baca konten AyahASI. Kekuatannya: peneliti langsung ngobrol sama pendirinya, jadi konteksnya detail banget. Kelemahannya: pengamatan dilakukan di satu titik waktu, belum bisa lihat gimana trennya berubah dari tahun ke tahun.
📋 Hasil Utama
Instagram jadi platform paling efektif untuk AyahASI karena kombinasi visual kuat ditambah fitur link ke konten panjang
Twitter unggul di kecepatan penyebaran dan interaksi real-time, tapi terbatas untuk konten yang butuh penjelasan panjang
Facebook efektif untuk audiens yang lebih tua dan format diskusi panjang
Strategi AyahASI: buat satu konten, sebarkan di 3 platform sekaligus — efisien dari sisi sumber daya dan pesannya tetap konsisten
Action Point untuk Ayah
Kalau lo mau share info menyusui ke grup WhatsApp atau repost konten AyahASI — pilih yang visual: infografis atau Reels, bukan cuma teks panjang. Penelitian ini buktiin pesan visual lebih mudah dicerna dan lebih sering disebarkan.
// Catatan dari AyahASI
Satu hal yang gue suka dari studi ini: para pendiri AyahASI berlatar dunia media dan hiburan — Sogi Indra Dhuaja, Ernest Prakasa, dan lainnya. Bukan dokter, bukan konselor laktasi. Itu yang bikin bahasanya nyambung ke ayah biasa. Dan ternyata itu bukan kebetulan — itu strategi yang udah diteliti.