Kembali ke semua jurnal
What Indonesia 'Breastfeeding Fathers' Say about Breastfeeding in COVID-19 Pandemic: A Content Analysis of AyahASI Instagram Feeds
💡 Intinya Aja Deh!
Dari 743 feed Instagram @id_ayahasi, peneliti menganalisis bagaimana komunitas AyahASI merespons isu COVID-19 dalam kaitannya dengan menyusui. Hasilnya: AyahASI konsisten memposisikan menyusui sebagai tanggung jawab bersama — bukan hanya ibu — bahkan di tengah krisis pandemi.
Pertanyaan Penelitian
Waktu pandemi COVID-19 meledak, banyak ibu yang bingung dan takut: aman nggak menyusui langsung kalau lagi sakit? Nah, AyahASI sebagai komunitas — ngomong apa soal itu ke para followersnya? Peneliti penasaran, terus mereka buka-bukaan satu per satu feed @id_ayahasi buat lihat polanya.
Metode
Peneliti buka semua feed @id_ayahasi, terus dipilah mana yang nyebut COVID-19. Dari yang nyambung, mereka kategoriin: pesannya ngomong apa, framing-nya gimana, dan posisi ayah diletakkan di mana dalam narasi itu. Metode ini namanya content analysis — lazim di ilmu komunikasi buat baca pola pesan secara sistematis.
Analisis & Catatan Kritis
Ini studi komunikasi, bukan studi klinis — jadi hasilnya soal bagaimana pesan dikemas, bukan soal efeknya langsung ke perilaku follower. Ukurannya juga spesifik banget: cuma feed @id_ayahasi, jadi nggak bisa digeneralisasi ke semua komunitas ayah Indonesia. Tapi sebagai dokumentasi akademis tentang cara AyahASI berkomunikasi di momen kritis — ini menarik dan relevan.
Hasil Utama
Dari 743 feed @id_ayahasi, 15 konten spesifik membahas menyusui di masa pandemi COVID-19
AyahASI secara konsisten mendorong menyusui tetap dilanjutkan dengan protokol kebersihan — bukan dihentikan
Framing yang dipakai: menyusui adalah perlindungan imunitas bayi yang nggak bisa digantikan, bahkan saat ibu sakit
Konten AyahASI selalu nyertain peran ayah sebagai pelindung ruang aman menyusui — bukan cuma penonton
Action Point untuk Ayah
Cek lagi feed @id_ayahasi — bukan cuma baca, tapi share ke circle lo. Salah satu temuan studi ini: konten AyahASI efektif karena bahasanya relatable. Satu share dari lo bisa sampai ke ayah lain yang lagi butuh informasi ini.
// Catatan dari AyahASI
Menarik bahwa ada peneliti yang tertarik riset soal cara kita berkomunikasi. Artinya komunitas ini udah punya dampak yang cukup visible sampai diangkat ke level akademis. Kalau lo baca ini dan belum follow @id_ayahasi — sekarang saatnya.